<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Climate Displacement on Blog Formize AI</title><link>https://blog.formize.ai/id/tags/climate-displacement/</link><description>Recent content in Climate Displacement on Blog Formize AI</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><atom:link href="https://blog.formize.ai/id/tags/climate-displacement/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Alokasi Perumahan Migrasi Iklim Jarak Jauh Real‑Time dengan AI Form Builder</title><link>https://blog.formize.ai/id/real-time-remote-climate-migration-housing-allocation/</link><pubDate>Mon, 01 Jan 0001 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://blog.formize.ai/id/real-time-remote-climate-migration-housing-allocation/</guid><description>&lt;h1 id="alokasi-perumahan-migrasi-iklim-jarak-jauh-realtime-dengan-ai-form-builder">Alokasi Perumahan Migrasi Iklim Jarak Jauh Real‑Time dengan AI Form Builder&lt;/h1>
&lt;p>Perpindahan yang dipicu iklim semakin cepat di seluruh dunia. Menurut UN DRR, lebih dari 30 juta orang terpaksa berpindah pada tahun 2023 saja, dan angka tersebut diproyeksikan akan dua kali lipat pada 2030. Sementara tempat penampungan darurat memberikan bantuan jangka pendek, tantangan sebenarnya terletak pada &lt;strong>mencocokkan rumah tangga yang terdampak dengan perumahan yang tahan lama, aman, dan sesuai secara budaya&lt;/strong> secepat mungkin. Proses alokasi tradisional—formulir kertas, pemeriksaan kelayakan manual, dan basis data GIS yang terisolasi—terlalu lambat untuk kecepatan krisis modern.&lt;/p></description></item></channel></rss>